Blog Anak Bengkel
Menyebar Kabar, Menebar Ide
Sabtu, 29 Juni 2019
Sabtu, 30 Desember 2017
Tips Membuat Diagram Beban, Gaya Geser dan Momen Menggunakan Software MD Solid
Pada semester-semester awal, mahasiswa teknik mesin pasti dihadapkan dengan matakuliah statika. Salah satu persoalan statika ini adalah menghitung serta membuat diagram beban, gaya geser dan momen pada sebuah balok dengan variasi pembebanan, misalnya beban terpusat, beban merata serta beban linear. Beban terpusat dianggap hanya bekerja pada titik tersebut. Beban merata sebarannya merata di setiap titik dalam interval jarak tertentu, sementara beban linear terdapat perubahan secara linear, baik meningkat maupun berkurang proporsional terhadap interval jarak tertentu.
Tanpa memperpanjang bahasan, kita langsung buka aplikasi MD Solid Ini. Di bawah ini adalah tampilan halaman depan, anda bisa langsung mengklik pada pilihan "Determinate Beams"
Nah, setelah terbuka, pasti akan tampil kotak dialog berikut. Di sini admin hanya mau kasih tau ya, pergunakan modul ini untuk memastikan hasil hitungan manual kalian. Jangan sekali-sekali bergantung pada aplikasi ini, jadi terlebih dahulu harus mengerjakan secara manual, kamudian untuk meyakinkan apakah hasil pekerjaan anda sudah benar, barulah periksa dengan menggunakan aplikasi ini.
Nah, dari kotak dialog ini kita sudah langsung lihat type balok mana yang kita hitung pembebanannya. Dan di bagian kiri ada tiga jenis beban masing masing dalam dua arah dan momen yang juga dalam dua arah.
Nah, kita langsung coba misalnya dengan memilih balok dengan dua tumpuan di posisi paling kiri itu. Abaikan dulu dua balok dengan sambungan jepit itu. Setelah diklik, akan tampil kotak berikut ini.
Di sini kita diberi pilihan menentukan pnjang balok dan lokasi kedua titik tumpuan. Perhatikan baik baik lokasi tumpuan harus berada pada balok, jangan sampai ada di luar panjang balok bersangkutan. Di sini admin contohkan panjang balok 10, lokasi tumpuan 1 dan 9, jadi masing masing 1 inchi dari ujung balok.
Setelah kita tekan enter, maka akan muncul kotak dialog baru dengan gambar balok yang sudah kita tentukan panjang dan titik tumpuannya tadi.
Langkah berikutnya, saya mulai tentukan bebannya. Di sini saya mulai dengan beban terpusat dengan arah ke bawah. Saya kasih posisi bebannya dua inci dari kiri dan besar bebannya 8 Newton.
Setelah saya tekan enter, maka langsung muncul ketiga diagram, baik beban, gaya geser maupun momen. Pastikan tahapan perhitungan sudah anda kerjakan dengan tepat sehingga hasil pekerjaan anda sesuai dengan diagram yang dihasilkan oleh aplikasi ini.
Tanpa memperpanjang bahasan, kita langsung buka aplikasi MD Solid Ini. Di bawah ini adalah tampilan halaman depan, anda bisa langsung mengklik pada pilihan "Determinate Beams"
Nah, dari kotak dialog ini kita sudah langsung lihat type balok mana yang kita hitung pembebanannya. Dan di bagian kiri ada tiga jenis beban masing masing dalam dua arah dan momen yang juga dalam dua arah.
Nah, kita langsung coba misalnya dengan memilih balok dengan dua tumpuan di posisi paling kiri itu. Abaikan dulu dua balok dengan sambungan jepit itu. Setelah diklik, akan tampil kotak berikut ini.
Di sini kita diberi pilihan menentukan pnjang balok dan lokasi kedua titik tumpuan. Perhatikan baik baik lokasi tumpuan harus berada pada balok, jangan sampai ada di luar panjang balok bersangkutan. Di sini admin contohkan panjang balok 10, lokasi tumpuan 1 dan 9, jadi masing masing 1 inchi dari ujung balok.
Setelah kita tekan enter, maka akan muncul kotak dialog baru dengan gambar balok yang sudah kita tentukan panjang dan titik tumpuannya tadi.
Langkah berikutnya, saya mulai tentukan bebannya. Di sini saya mulai dengan beban terpusat dengan arah ke bawah. Saya kasih posisi bebannya dua inci dari kiri dan besar bebannya 8 Newton.
Setelah saya tekan enter, maka langsung muncul ketiga diagram, baik beban, gaya geser maupun momen. Pastikan tahapan perhitungan sudah anda kerjakan dengan tepat sehingga hasil pekerjaan anda sesuai dengan diagram yang dihasilkan oleh aplikasi ini.
Kamis, 16 Februari 2017
Pukul Besi
Kalau kerja konstruksi ke daerah
harus tahu sebutan orang lokal untuk nama peralatan tukang.
Ni orang konstruksi ke Palembang
cari palu keliling kota gak dapat-dapat.
Ketika tiba di toko bangunan yang
ke dua puluh...
“Palu ada Bang?”
“Gak jual Mas”
“Oh ya sudah”
“Itu....yang untuk ketokketok
paku” (sambil memperagakan)
Kejutan itu perlu.
“Akan ada kejutan di sana.” kata
si boss besar ketika boss urusan konstruksi pamit menuju site.
“Bikin penasaran saja nih boss.
Kejutan apa ya“.
“Berangkat aja kamu, tuh tiketnya
di mbak sana.”
Tiba di site...
“Yuk kerja!”
“Berangkat yo..”
“Ke mana bang? Bukannya kerja
malah?”
“Site barunya di luar kota.”
“Astaga ternyata itu kejutannya.
Jadi Tarzan deh kite.”
“Iya, kerjaan pertamadirikan
bivak.“
“Huh tak maki maki boss besar”
“Hahahah... malah senang dia
berhasil kerjain”
Takut Senjata Tajam
Bangun site baru di pulau, orang
setempat kalau ke mana mana bawa senjata tajam. Itu mah hal biasa bukan sedang
mau perang.
Dasar boss besar kurang sosialisasi, karyawan
bagian konstruksi demam tinggi saat lihat orang di hutan sekitar bawa tombak
panah.
“Lagi demam tinggi dia nih boss”
laporan di telepon.
“Kasih dia parasetamol”
Jengkel Sekretaris
Si mbak cantik sekretaris barunya
si boss rajinnya kebangetan. Semua berkas yang sudah ditandatangan si bosslangsung
dicap semua dalam sekali sabet. Makanya dari bulan lalu sudah diingatin, berkas
bulanan punya saya jangan, ingat JANGAN dulu dicap karena belum digandakan di
fotocopy.
Abis Lauk
“Duh lauk ikan habis. Mana waktu
makan tinggal sejam lagi. Kelamaan kalau harus ke pasar” begitu bisik bisik di
dapur.
Pada saat yang sama, di luar ada
penjual ikan segar lewat sambil teriak menjajakan.
“Ada masalah apa kok murung.”
“Habis nih lauk ikan.”
“Lho kok barusan bukannya ada
penjual ikan lewat. Nggak dengar apa?”
“Dengar sih dengar, tapi tolong
bilang ya lain kali kalau jual ikan teriaknya pakai bahasa Indonesia dong.”
Langganan:
Postingan (Atom)